Overblog Suivre ce blog
Editer l'article Administration Créer mon blog
Le Journal De Revie

Le Journal De Revie

Le Journal De Revie

Perbedaan Antara Fakta dan Opini

Fakta tersebut terkadang dikukuhkan oleh sebuah opini dari narasumber atau malah sebaliknya. Terkadang pula fakta justru membuat opini narasumber menjadi mentah. Perbedaan antara fakta dan opini adalah fakta adalah sesuatu yang secara empiris benar dan dapat didukung oleh bukti sementara dan bisa juga sebafai suatu pendapat yang berasal dari sebuah keyakinan yang mungkin didukung atau tidak mungkin didukung dengan beberapa jenis bukti. Opini biasanya sebuah pernyataan subyektif yang berasal dari sikap emosinal atau interpretasi fakta yang didapatkan oleh individu. Misalnya, perbedaan biologis antara pria dan wanita adalah sebuah fakta sementara preferensi untuk salah satu jenis kelamin dengan lainnya adalah pendapat.

Apa perbedaan fakta dan opini? Pada dasarnya, fakta dan opini memiliki pengertian yang saling berbeda satu sama lain. Fakta adalah suatu informasi yang benar, sedangkan opini hanyalah sebatas keyakinan. Keabsahan fakta didukung oleh bukti-bukti yang kuat dan opini tidak mempunyai dukungan dari bukti apapun.

Secara sederhana, pebedaan fakta dan opini, adalah:

1. Fakta biasanya ditandai oleh hadirnya data berupa angka.
2. Opini ditandai dengankata-kata yang bersifat subyektif, misalnya sangat, semakin, dapat, mungkin.

Fakta adalah apa yang dilakukan atau apa yang terjadi, apa yang sebenarnya, pernyataan yang sepenuhnya benar, kebenaran, dan realitas. Opini adalah suatu pernyataan yang menunjukkan kepercayaan, pandangan, sentimen, dan konsepsi.

Opini hanya sekadar pemikiran atau spekulasi dan dapat menyebabkan terjadinya pertentangan atau kontroversi. Sementara itu, fakta ialah kebenaran atau realitas itu sendiri.

Cara sederhana dalam menemukan fakta dan opini dalam sebuah tulisan adalah dengan melihat ciri-ciri eksplisit kalimat tersebut. Jika pernyataannya dapat ditelusuri kebenarannya, karena dapat dilihat, didengar, atau diraba, kalimat tersebut termasuk fakta. Sementara, jika hanya pernyataan yang tak dapat diindera dan sulit dibuktikan kebenarannya, kalimat tersebut termasuk opini.

Membedakan fakta dari opini sering sulit, dan selama berabad-abad filsuf telah mencoba untuk menemukan apa yang benar-benar dapat memenuhi syarat sebagai fakta daripada pendapat. Ini cabang filsafat disebut epistemologi, studi tentang batas apa yang manusia dapat mengetahui dengan fakta. Selain itu, semua dari sisa ilmu modern di atas dasar fakta cerdas dari opini dan metodis bertujuan untuk menemukan pengetahuan yang benar atau fakta. Sulit untuk mengklaim sesuatu yang merupakan fakta jika tidak jelas yang jelas, seperti perbedaan biologis dalam jender, karena fakta sering terbukti salah. Misalnya, berabad-abad yang lalu dunia dianggap datar dan ini diselenggarakan sebagai fakta oleh mayoritas orang.

Sebenarnya, antara fakta dan opini menyangkut antara kebohongan dan kebenaran. Pernyataan yang dilontarkan oleh seseorang dapat diterima atau tidak setelah melalui proses bernalar. Dengan demikian, kita tidak terlalu mudah menerima ucapan atau informasi yang dilontarkan oleh seseorang melalui media massa sebelum menganalisa kebenarannya.

Demikian penjelasan mengenai Cara Membedakan Fakta dan Opini dalam Tulisan sekaligus dengan contoh keduanya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Partager cet article

Repost 0

Commenter cet article